3 Varian Perekat Keramik dan Sifatnya

Dalam dunia konstruksi, bagian lantai menjadi salah satu bagian tervital yang harus kamu perhatikan pada saat membangun rumah atau bangunan.

Bukan hanya menambahkan keindahan dan pesona saja, juga kenyamanan dalam jangka panjang selama masa pakai hunian tersebut berlangsung.

Ubin sendiri sudah menjadi elemen yang paling umum digunakan untuk lantai karena sangat tahan lama dan tersedia dengan harga yang lebih murah.

Perekat keramik menjadi jenis lem khusus yang digunakan untuk memasang ubin di seluruh bagian hunian rumah karena biasanya dijual dalam bentuk bubuk siap pakai.

Dikarenakan sifatnya yang tak menyusut setelah kering, maka tak akan menciptakan rongga di bawah ubin yang telah kita pasangkan.

Tak heran jika banyak orang yang menggunakannya untuk ubin yang dipasangkan di dinding kamar mandi, lantai teras outdoor, hingga kolam renang.

Dari komposisinya bisa saja terbuat dari semen, kayu, dan kaca. Namun semua material yang digabungkan tersebut tetap didasarkan pada semen, epoksi dan polimer.

Komposisi ini dibuat semata-mata agar nantinya perekat keramik tidak mengalami perubahan sekalipun diterpa oleh kelembapan dan perubahan suhu dari hari ke hari.

Macam-Macam Perekat Keramik

Sebagian besar produsen dari perekat keramik selalu menjual produknya dalam bentuk bubuk. Nantinya kita tinggal mencampurkan sedikit air dengan rasio yang telah disarankan melalui label produk.

Setidaknya ada 3 jenis yang seringkali dijual di pasaran, diantaranya:

  • Akrilik
  • Lateks
  • Epoksi

Meskipun membawa aroma dan tekstur yang berbeda, akan tetapi ketiganya masih membawa unsur dan sifat yang sama, yaitu menawarkan lebih banyak kekuatan dibandingkan dengan mortar semen pasir biasa.

Ketiganya juga menawarkan sifat tahan air dan dapat digunakan untuk aplikasi di area basah seperti kamar mandi, dapur, kolam renang, dan masih banyak lagi.

Tapi tetap saja, masing-masing darinya harus kita gunakan sesuai kebutuhan.

Seperti misalnya, akrilik akan membuat perekat ubin menjadi tahan lembab sehingga digunakan untuk memperbaiki ubin berukuran kecil.

Sementara lateks akan membuat perekat ubin menjadi lebih fleksibel. Sangat pas ditempatkan di area yang seringkali dilewati oleh penghuni rumah.

Berbeda dengan epoksi yang membantu perekat keramik dalam meningkatkan kekerasan dan kekuatan di saat yang bersamaan.