Hidup Sehat dengan Intermittent Fasting adalah ?

Hidup Sehat dengan Intermittent Fasting adalah ?

Yuk kita mengenal apa itu Intermittent Fasting ? Intermittent Fasting adalah diet puasa menjadi salah satu tren kesehatan dan kebugaran terpopuler di dunia. Tak hanya untuk menurunkan berat badan, intermitten fasting juga dianggap mampu meningkatkan kesehatan tubuh dan dianggap dapat memperpanjang umur. Mereka juga meyakini pola makan tersebut bisa meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan risiko kanker.

Ada tiga jadwal yang paling umum:

  1. Selang-seling: pelaku intermittent fasting dengan jadwal ini akan memberlakukan puasanya secara selang-seling. Pada hari puasa mereka disyaratkan makan hanya 25 persen dari kebutuhan kalori hariannya. Contoh: kita makan sekitar 700 kalori di hari Senin dan pola makan normal di hari Selasa.
  2. Sehari penuh: pola ini juga dikenal dengan jendela 5:2, di mana pelakunya makan sekitar 500 kalori pada dua hari dalam seminggu. Sementara pada lima hari lainnya mereka tidak memiliki pembatasan makanan apa pun.
  3. Pembatasan waktu: biasanya, pola intermittent fasting dengan pembatasan waktu akan mengikuti format 16:8.

Berapa banyak berat badan yang hilang jika berpuasa ?  

Tidak ada banyak bukti untuk menunjukkan dengan tepat apa yang terjadi ketika kita berpuasa. Banyak teori mengatakan, puasa memberi waktu istirahat pada tubuh dan membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak. Proses ini dikenal dengan istilah autofagi. Bukti-bukti menunjukkan, puasa bisa menurunkan kadar insulin. Hormon insulin diproduksi oleh pankreas untuk mengatur gula darah dan hormon lainnya. Terlalu banyak insulin seringkali dikaitkan dengan risiko obesitas, penyakit jantung, dan risiko kesehatan lainnya.

Tapi, berapa berat badan yang bisa dihilangkan ketika menjalani intermittent fasting? Ada satu hal yang perlu diingat, intermittent fasting tidaklah menjamin berat badan akan turun. Pada teorinya, kita akan mengonsumsi kalori lebih sedikit karena kita memang mengurangi asupan makanan. Meski begitu, kelebihan makan tetap mungkin terjadi meski kita tengah menjalankan puasa. Beberapa makanan yang memicu peningkatan insulin pada waktu berbuka puasa antara lain burger, kentang goreng, dan shake. Direkomendasikan konsumsi makanan tinggi serat dan protein, seperti sayuran berdaun hijau, telur, dan ayam.

Makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi selama puasa?

Jika ingin berhasil menajalankannya, cukupilah konsumsi air putih dan minuman tanpa kalori, seperti kopi hitam. Jika perutmu tidak kuat mengonsumsi kopi hitam, direkomendasikan menambah whip cream berlemak ke dalam kopimu. Namun, ingatlah untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Sebab jika berlebihan, target penurunan berat badanmu tidak akan tercapai. Batasi hanya dua sendok makan setiap harinya.

Perlu atau tidak mencoba intermittent fasting?

Diet ini kemungkinan bekerja dengan baik pada orang-orang yang menjalaninya secara teratur. Pelaku yo-yo diet mungkin akan kesulitan menjalaninya. Sementara pola diet terbaik adalah pola yang paling nyaman untuk diri kita sendiri. Jika kamu merasa cocok dengan intermittent fasting, maka cobalah. Namun,  sebelum menjalankannya kamu harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu untuk memastikan kamu mendapat cukup nutrisi.