Manfaat CRM Pada Bisnis dan Profitabilitas

Semakin baik sebuah perusahaan atau bisnis dalam mengelola hubungannya dengan pelanggan, maka akan semakin sukses mereka nantinya.

Oleh karena itulah, sistem IT yang secara khusus dalam menangani masalah dengan pelanggan sehari-hari diperkenalkan ke publik, yang mana salah satunya disebut sebagai CRM.

Memiliki kepanjangan customer management relationship, CRM bukan hanya penerapan sebuah teknologi, tetapi juga masuk ke dalam sebuah strategi untuk mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan demi mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan mereka.

Tak heran jika banyak orang yang menilainya bukan sebagai solusi teknis secara khusus, melainkan sebuah filosofi bisnis yang meringankan beban kita saat menangani pelanggan agar tetap selalu efektif dan efisien.

Meskipun demikian, CRM yang sukses bergantung pada penggunaan teknologi itu sendiri. Jika masih bingung, silahkan cek contoh CRM dan cara penggunaannya.

Memang di awal-awal, menerapkan CRM pada bisnis kita bisa melibatkan banyak waktu dan biaya, akan tetapi setelahnya mampu menawarkan banyak manfaat potensial.

Misalnya manfaat utamanya dapat berupa pengembangan hubungan yang lebih baik dengan pelanggan kita, sehingga mampu mengarah pada:

  • Peningkatan penjualan dengan kurun waktu yang lebih sebentar karena mampu mengantisipasi kebutuhan berdasarkan tren historis.
  • Mengidentifikasi kebutuhan secara lebih efektif dengan cara memahami keinginan pelanggan tertentu.
  • Mengidentifikasi pelanggan mana yang lebih menguntungkan dan yang tidak.

Dari 3 manfaat di atas saja sudah barang tentu mampu meningkatkan bisnis kita ke level berikutnya tanpa harus kehilangan banyak waktu dan tenaga.

Kegiataan atau aktivitas penjualan karyawan kita pun akan jauh lebih produktif karena hasil yang diberikan menjadi lebih terarah.

Melalui faktor di atas, pada akhirnya dapat mengarah pada hasil seperti berikut:

  • Meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan.
  • Memastikan untuk tetap mempertahankan reputasi perusahaan di tengah-tengah pasar yang terus tumbuh.
  • Meningkatkan nilai dari pelanggan yang sudah ada.
  • Mengurangi biaya yang berkaitan dengan pendukungan atau pelayanan.
  • Meningkatkan efisiensi secara keseluruhan dan mengurangi total biaya penjualan.
  • Meningkatkan profitabilitas dengan berfokus pda pelanggan yang paling menguntungkan dan menangani yang tak menguntungkan (atau hanya merepotkan aja) dengan cara yang lebih hemat biaya.

Setelah bisnis kita mulai menjaga pelanggan tetap secara efektif, upaya selanjutnya bisa kamu lakukan dengan menambahkan pelanggan baru sekaligus memperluas pasar di saat yang bersamaan.