Sepatu Bata, Alas Kaki Sejuta Umat Anak Era 90-an

Merk sepatu Bata mampu mengiringi seseorang tumbuh dewasa semenjak era tahun 90an. Kala itu, alas kaki yang satu ini nampak sangat mewah namun tetap bersegmentasi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Sekalipun telah lama berkiprah di Indonesia, akan tetapi masih sedikit orang yang tahu jika merk dari Sepatu Bata tersebut dimiilki oleh perusahaan asing yang berasal dari Republik Ceko oleh Tomas Bata sebagai pendirinya.

Usia dari perusahaan ini pun sebenarnya sudah sampai lebih dari satu abad, yang mana didirikan pada tanggal 24 Agustus 1894, dan bermarkas di negara Swiss.

Agar dapat memberikan alas kaki yang super nyaman dan dinikmati oleh semua orang, sepatu Bata berhasil dijual dengan harga yang murah.

Tentunya pemberian harga tersebut harus menjalani penelitian yang panjang agar sepatu tak hanya nampak keren dan nyaman saat dikenakan, juga mampu awet hingga dalam jangka waktu panjang pemakaian.

Misalnya, sebagian besar bahan bakunya adalah dari plastik. Faktor pemotongan biaya lainnya juga datang dari produksi atau distribusi yang dilakukan secara lokal.

Dengan begitu tak perlu repot-repot melakukan aktivitas import dan eksport yang biasanya memakan banyak biaya pengiriman dan pajak cukai.

Alhasil, perusahaan ini pun memiliki 25 pabrik besar utama di seluruh dunia, yang semuanya secara eksklusif memasok pasar domestik di tempatnya masing-masing, sambil menjaga agar biaya transportasi tetap rendah.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, sepatu yang dibuat oleh Bata ini pun kemudian memadukan bahan lainnya selain plastik, diantaranya adalah kulit, pomerik, karet, dan bahan tekstil.

Setiap bahan tentunya memiliki pengenal dan sifat spesifiknya tersendiri, yang kemudian disesuaikan dengan harga jualnya masing-masing produk.

Sebagai perusahaan yang berkantor pusat di Lausanne, Swiss, sepatu Bata yang juga menjadi perusahaan milik keluarga ini sekarang mampu beroperasi di lebih dari 68 negara.

Mereka mampu melayani hingga 1 juta pelanggan setiap harinya dan memperkerjakan lebih dari 40.000 orang, dengan fasilitas produksi di lebih dari 26 negara berbeda.

Jadi, selain dapat menghadiahi kita dengan sepatu murah dan dapat dipakai oleh semua kalangan, juga mampu membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.